Kisah Suami Istri dari Sambas yang Ditinggalkan Menyerah untuk Melestarikan Kerajinan Tenun Songket

46

Kisah Suami Istri dari Sambas yang Ditinggalkan Menyerah untuk Melestarikan Kerajinan Tenun Songket

SAMBAS – Membuat kerajinan tenun Songket Sambas telah dihuni oleh masyarakat Melayu di Sambas, pada zaman kuno yang ditenun.
Kain digunakan pada kesempatan tertentu dan hanya dibuat dibatasi untuk digunakan. Rumah Yani menghasilkan kerajinan tenun Songket Sambas.
Tapi pengrajin Songket Weaving bukan keduanya, dia dibantu beberapa pengrajin dari berbagai desa. Telah
Beberapa saat sejak mereka berdua terbiasa dengan prosedur menenun tenun untuk menciptakan kerajinan tenun Songket yang indah
Sambas. Mulyati bersama Yani sudah mulai menenun sejak masih muda dan mereka juga anak-anak pengrajin tenun Songket Sambas dari
Dukuh Nagur, Desa Jagur, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas. Proses dari benang ke kain readymade mengambil a
Prosedurnya sangat panjang karena harus melawan benang dan kemudian menenun sampai menjadi kain tenun yang indah. Yani menjelaskan hal itu
Ibu, yang juga pengrajin, termasuk tempat pembuatan tenun tenun khusus seperti pabrik dengan berbagai pekerja, tapi
Hari ini sudah tidak ada lagi karena ibunya sudah meninggal, sekarang dia dan istrinya hanya membuat kerajinan tenun di dalam rumahnya. Bertempat di Wikipedia
Rumah untuk halaman yani ini dengan pasangan jualan dan produktif tenun Songket Sambas, rumahnya terletak tepat di depan RSUD.
Sambas, Jl Pendidikan, Desa Tumok Manggis, Kecamatan Sambas. “Ibu saya dulu punya pabrik produksi di rumah tua,
Yang sekarang ditempati saudaraku, sekarang pabrik sudah tidak ada lagi, sekarang buat di rumah saja, “jelasnya saat ditemui di rumahnya
Tempat tinggal, Rabu (7/12/2016). Tribunpontianak.co.id diberkati untuk bertemu dengan suami istri yang hingga saat ini masih mempertahankan
Tenun tenun Songket Sambas ini. Karena motifnya yang khas, keindahannya, prosedur dan keunikannya, kini Songket Sambas
Tenun menjadi kerajinan yang dicari dan diburu dari masyarakat di Sambas, tapi beberapa daerah lain di Indonesia juga luar negeri.
Muhammad Yani (48) bersama dengan Mulyati (43) bahwa pasangan suami istri yang masih menenun dan menjual kerajinan tenun Songket Sambas,
Dengan nama Songket Jasmine Melati. Find Out More Tidak sembarang orang memiliki kemampuan itu membutuhkan keahlian khusus untuk menciptakan a
Sedikit kainBaca juga: map raport

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s